Referensi
Kalender Kewajiban Pajak
Ringkasan batas waktu penyetoran dan pelaporan pajak yang paling sering berlaku bagi UMKM dan perusahaan. Jika batas waktu jatuh pada hari libur, pembayaran/pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.
Kewajiban Bulanan (Masa)
| Jenis pajak | Batas setor | Batas lapor |
|---|---|---|
| PPh Pasal 21/26 (gaji karyawan) | Tanggal 10 bulan berikutnya | Tanggal 20 bulan berikutnya |
| PPh Pasal 23/26, PPh Pasal 4 ayat (2) — bupot unifikasi | Tanggal 10 bulan berikutnya | Tanggal 20 bulan berikutnya |
| PPh Pasal 25 (angsuran bulanan) | Tanggal 15 bulan berikutnya | Dianggap lapor jika sudah setor dan mendapat validasi NTPN |
| PPh Final UMKM 0,5% (PP 55/2022 jo. PP 20/2026) | Tanggal 15 bulan berikutnya | Dianggap lapor jika sudah setor dan mendapat validasi NTPN |
| PPN & PPnBM (SPT Masa PPN) | Akhir bulan berikutnya, sebelum SPT dilaporkan | Akhir bulan berikutnya |
Kewajiban Tahunan
| Kewajiban | Batas waktu |
|---|---|
| SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (termasuk pemilik UMKM perorangan) | 31 Maret tahun berikutnya |
| SPT Tahunan PPh Badan (PT, CV, koperasi, yayasan) | 30 April tahun berikutnya (akhir bulan ke-4 setelah tahun buku berakhir) |
| Pelunasan PPh Pasal 29 (kurang bayar SPT Tahunan) | Sebelum SPT Tahunan disampaikan |
Sejak 2025, administrasi pajak (pendaftaran, pembayaran, pelaporan, bukti potong) dilakukan melalui sistem Coretax DJP di coretaxdjp.pajak.go.id. Sanksi keterlambatan lapor SPT Masa: Rp100.000–Rp500.000 per SPT; keterlambatan setor dikenai bunga sanksi administrasi per bulan.